Halaman

Minggu, 23 Desember 2012

A COLLECTION OF POEMS





‘ ASA DI HARI ESOK’

Di setiap jiwa
Tercipta asa dalam meniti
Jalan kehidupan ini

Kala mentari bersinar
Kutitip asaku di teriknya
Dan di kala hujan menderai
Kutitip asaku
Disetiap rintikkannya

Asaku bukanlah anyelir
sebagai pengindah pandangan
Tapi asaku laksana mentari
yang membiaskan sinarnya,
Laksana pelangi yang memberi  warna,
Dan laksana rembulan
yang mencerahkan gelap malam

Jika esok…
Kaki ini masih berpijak
Tak akan kuhentikan langkah
Sampai di sini
Karena kuyakin…
Akan ada hari esok yang indah
Menantiku di sana



 ~KUHANYA BIAS DI MIMPIMU~

Aku hanya laksana bintang
 yang mungkin sempat kau titipkan pandanganmu
untuk melihatku

Mungkin juga  aku hanya 
Pelangi liar di langitmu
Mungkin pula 
Aku hanya derai hujan
Yang  menetes dalam ilusimu

Tak pernah 
Kucari mawar merah atau teratai putih
Untukmu

Karena kutahu
Kuhanya bias di mimpimu



~DI SHUBUHMU AKU MEMINTA~

Kala kuterbangun dari lelah panjang
Jiwa dan batinku bersujud syukur
Atas nikmat yang telah Engkau curahkan kepadaku

Kini di shubuh-Mu…
Akupun meminta…
Berikanlah nikmat kesehatan 
Kepada keluargaku dan para sahabatku
Dalam menjalani hari-hari-Mu

Di shubuh-Mu pun aku meminta
Kuatkan jiwaku dalam asa
 yang kubawa melangkah bersama semangatku
Biaskanlah Nur-Mu 
Untuk dapat kujejaki jalan-Mu

Di shubuh-Mu aku meminta
Karena kuyakin hanya Engkaulah
Yang mampu memberiku perjalanan abadi



RASA YANG ENGKAU LUPAKAN

Waktu laksana alir air yang terus mengarus
Terus berjalan…
Di tengah puing-- puing cerita yang terlupakan

Tak kuharap engkau mengingatku
Tapi jangan engkau lupakan sebuah rasa
Yang pernah mengukir indah namamu,
Dan mengagumimu laksana ratu

Walau mungkin kini kudiam
Tapi tak berarti rasaku telah mati
Dalam reruntuhan puing-puing kasihmu




TAMAN LANGITMU

Kala kutengadah di langit malam
Sederet galaksi terlihat di sana
Kerlip gemintang silaukan keindahannya

Di shubuh ini 
kunantikan fajar-Mu
Biaskan ronah merah
 mewarnai langit

Jika rintik hujan menderai dari langit-Mu
Kunanti pelangi setelah itu
Mewarnai taman langit-Mu



ASMARALOKA

Pikirku melayang, bimbangku meragu
Laksana nafas yang sesak
Dan langkah yang tertati
Menerobos jalan kenyataan hidup

Bukan dustai nurani
Kuhanya ingin lelapkan laraku
Atas dunia kasihmu yang ego

Tiada kumeragu 
Pada pilihan
Kuhanya bimbang
Pada dirimu

Jika esok kutemukan
Satu tempat yang mendamaikanku
Kuingin memberi prasasti untukmu
Atas asmaraloka kebersamaanmu 



KEPADAMU YANG KUMAKSUD

Terima kasih …
Telah mengukir namamu di hatiku
Terima kasih…
Telah membuat cerita indah
dalam bingkai kehidupanku

Jika esok kutiada dari pandanganmu
Maafkanlah diriku
Dan di benakku
Tak akan ada kebencian untukmu

Terima kasih…
Engkau pernah membuatku laksana raja
Terima kasih…
Atas bias pelangimu
Yang pernah mewarnai langitku



AKU DAN PERSAHABATAN

Di dunia ini memang tak ada yang abadi
Namun dalam indahnya persahabatan 
Serasa memberikan keabadian 
Dalam kehidupan ini

Terkadang aku mengenalnya tanpa sengaja
Mencoba untuk akrab dengannya
Saling melengkapi satu sama lain
Jalani kehidupan dalam kebersamaan



TANPAMU

Tanpa-Mu
Aku laksana pelangi
Tanpa warna

Tanpa-Mu
Aku hanyalah
Mentari  tanpa sinaran

Tanpa-Mu
Aku sepi
Tanpa-Mu
Aku bukan siapa-siapa

Karena tanpa-Mu
Aku hampa





KETERPISAHAN ABADI

Kini semua hilang
Berlalu bersamamu
Tak akan lagi kudengar suaramu
Tak akan lagi kulihat senyummu
Seperti yang kau berikan di masa kecilku

Saat mengenangmu
Seakan tak ada lagi
Keceriaan yang kulihat
Yang terendap hanyalah duka

Kini kasihmu telah hilang
Yang beriku kekuatan di kala hati ini lelah
Kini sayangmu telah tiada
Yang beriku keceriaan kala hati ini sedih

Yang tersisah kini hanyalah kerinduan
Kerinduan yang tak akan menyatu lagi
Engkau telah pergi…
Dalam keterpisahan abadi

IBU…
Berikanlah senyuman
Walau laksana sinaran
Sebagai terang dalam gelapku
Agar kuselalu melihatmu
Di Surga…Amin.




IBU DI SURGA

Ibu…
Engkau lentera dalam kegelapanku
Penyejuk dalam kegerahanku

Engkau adalah semangat dalam letihku
Penuntun dalam perjalananku

Walau kini engkau telah pergi
Tapi engkau selalu ada,
Hadir dan hidup dalam jiwa dan pikiranku

Ibu..
Tuntun perjalananku,
Biaskan cahayamu,
Agar mampu kukirim
Kedamaianmu di Surga
Amin.


SAJAK UNTUK IBU

Tak kubiarkan waktuku terbuang
Mengingat dan merindukanmu
Adalah anugerah Tuhan bagiku
Tak perduli kapan dan di mana
Asalkan ada rindu untukmu

Dalam kumpulan abjad-abjad ini
Akan kukirim kerinduanku untukmu
Walau hanya sebatas yang kurasa

Mungkin hari nanti akan kulihat
Burung yang terbang memandangiku,
Pelangi memberiku warna,
Bintang membiaskan cahanya
Sebagai pertanda kerinduanku merindukanmu

Jika di hari esok
Kerinduanku kukirim pada sajakku yang lain
Kirimkan kerinduanmu padaku
Di mentari pagi yang bersinar





SAAT KUJAUH

Kusemai rindu di ruang hati
Kala langkahku tak mampu kuhitung
Dari kebersamaan yang kutinggalkan

Saat jauh…
Kutitipkan beberapa kata rinduku
Yang mungkin dapat kau rangkai 
Jika sempat mengingatku

Bila nanti kau lihat
Mentari bersinar dalam kesejukan
Dan derai hujan dalam kehangatan

Tataplah dengan kelembutanmu
Karena di balik sinar dan deraian itu
Kutitip rinduku dari kejauhan








SUARA HATIKU

Kini engkau telah pergi
Pergi meninggalkanku
Membawa semua kenangan 
untuk selamanya

Tiada lagi kini dapat kulihat
Senyuman indah untukku
Kepergianmu tinggalkan duka di hati

Suara hati…
Kurindu hadirnya
Suara hati…
Kuingin bersamanya
Walau hanya dalam mimpi




KESENDIRIAN JIWAKU_

Tak kubiarkan kegalauan bersemayam
di kedamaianku malam ini,
Walau tercipta rindu 
Di kerindangan sunyiku_

Takkan lelah jemari hatiku
menghitung kerinduanmu
yang engkau titipkan 
pada bias gemintang di angkasa_
Kuberharap_
menemukan senyummu
setelah derai hujan
di warna pelangi yg kutatap_
— di Pelataran Rindu_.




MALAM & JIWAKU


Di keheningan bersama malam,

Hadirkan kedamaian di jiwaku,

Seakan raga menggapai surga,

Yg tak pernah kutahu bentuknya.

Cahaya gemintang,

Yg menggantung di angkasa,

Membeningkan kebisuan malam,

Dalam jelajah kegelapan.

Malam,,

Kutitip jiwaku padamu,

Agar di malamnya,

Jiwaku selalu hadir untuk - nya




HANYA KETULUSAN YG KUPUNYA UT'MU_

Kubiarkan rasa bencimu ut diriku,
Namun, di hatimu aku meminta,
Jangan berikan bencimu ut ketulusanku.

Jika waktu memberiku kedamaian,
Akan kuwarnai hariku laksana pelangi,
Kuterangi laksana deret gemintang,
Di langit malam

Masihkah,,,,,,,,,,,
Engkau rasa indahnya,
Kicau burung yang terbang,
Mentari yang menyapa pagimu,
Rembulan yang terangi malammu,

Jika iya,,,,,
Engkau akan paham
Makna sebuah ketulusan_

*m.a@_Rasa yg Terabaikan
— di Galery Jiwa_



KUNANTI HADIRMU_

Mengagumimu dari kejauhan,
Di balik ketidaktahuan nalarku,
Inginku akrab dengan hatimu,
Mengenali jiwamu dengan jabat kedamaian_

Kuberusaha merangkai huruf-huruf,
Yang membayang di nalarku,

Meningatmu adalah.....
Kekuatan langka & jiwaku,
Untuk menemui hatimu,
Di kerajaan jiwamu_

Kuberharap di setiap desah nafasku,
Tak pernah kulupa untuk selalu mengingatmu,
Walau mungkin hatimu,
Tak pernah mau tahu tentang rasa yang kusimpan untukmu_

Kini selalu kunanti hadirmu,
Di pelataran jiwaku_

*m.a@_




IZINKAN AKU MENEMUI  JIWAMU_

Mungkin hadirku laksana semilir,
Di sukmamu...
Ragakupun samar di nalarmu,
Jiwaku hadir sebatas ilusimu_

Tak pernah kutunggu hadirmu,
Di ruang penantianku,
Karena kutahu,
Engkau takkan menemuiku_

Kutitip asa pada esok,
Waktu beri aku kedamaian,
Kirimkan rindumu...
Untuk kuayun langka jejaki jalanmu,

Walau sengat terik mentari,
Dinginnya derai hujan,
Rembulan yang tak beriku terang,

Izinkan Aku Menemui Jiwamu...




DI ULANG TAHUNMU_

Damai malam ini,
Berilah ia ketenangan jiwa,
Dingin malam yang menyapa rasaku,
Kukirim dalam jelma hangat kasihku_

Dalam gelapmu,
Akan selalu ada bias cahaya untukmu,
Sebagai wujud kasihku_

Di keresahan jiwamu,
Akan selalu kukirim keceriaan,
Untuk temanimu dalam rinai kasihku_

Kuberharap hari-harimu,
Laksana garis pelangi,
Yang membiaskan keindahan_

Tak dapat kuberi,,,
Cendera mata yang berharga,
Di Ulang Tahunmu,

Kecuali,,,
Do'a dalam ejaan,
Kata puisi untukmu_



DAMAI YANG TAK KAU RASA_

Terhempas jiwa dalam kesendirian,
Dalam diamku,
Raga melangka jejaki khilaf,
Berharap temukan kedamaian,
di ujung resah_

Dalam diamku,,,
Kusapa jiwamu dengan kagumku,
Memberimu tulus dari rasaku
Walau damaiku bertampuk resah,
Namun, kau tak pernah rasa damai itu_

Sungguhkah,,,
Di pandanganmu, aku hanya pelangi,
tanpa warna,
Ataukah,,,
Aku laksana gemintang tanpa cahaya,
Di angkasa hatimu,
Mungkin pula,,,
Aku hanya ombak,
Yang menggulung,
Tanpa arah_



MAAF UNTUK KHILAFKU_

Jika ucapku,,,
Tak seindah putih melati,
Di tamanmu,
Rawatlah ia dengan maafmu_

Jika langkaku,,
Tak sekompak derai hujan,
Di lamunanmu,
Arahkanlah ia dengan kasihmu_

Jika esok,,,
Ku pergi dari ilusimu,
Namun, sisahkan resah di jiwamu,
Kumohon,,,
Kelamkan itu dalam maafmu_

Namun, jika engkau yang pergi,
Dari mimpi dan imajiku,
Kumohon,,,
Berilah MAAF untuk KHILAFKU_





SANG BIDADARI KECCI_

Di sini,,,
Di balik derai hujan ini,
Aku menantimu,
Walau dinginnya membekukan ragaku_

Di sini,,,
Di bawah sinar mentari,
Aku menantimu,
Walau panasnya membakar asaku_

Di sini,,,
Di kegelapan malam,
Aku menantimu,
Walau sinar rembulan,
Dan bias gemintang,
Tak beri terang pada kerinduanku_

Di sini,,,
Di bawah cakrawala jingga,
Aku masih menantimu
walau damainya tak menemaniku_

Di sinipun,,,
Kumenanti hadirmu,
bersama...
kehangatan kasihmu,
Kesejukan jiwamu,
Cahaya hatimu, dan
Damai senyummu_


`Di Pintu_Mu Aku Menanti`

Kala jiwa ini goyah oleh silaunya kemegahan dunia
Di perenungan...
Aku merindukan jalan_Mu

Kala Hati ini mulai lelah oleh setampuk kegelisahan semu
Di kesendirian
ingin menemui_Mu

Kini di pintu_Mu...
Aku menanti.

*m.a@_






AKU & MALAMKU 2_

Indah di malamku,
Cairkan resah dalam kedamaian
Di jiwaku,

Bising senyap,
Hilang tak berarah,
Dari jalan dan lorong-lorong,
Yang tak lagi bersahut_

Jarum waktu,,,
Telah lelah menghitung,
Detik, menit, dan jam,
Namun, malamku,,,
Tak juga lelah menemaniku,

Seakan,,,
Malamku tak ingin,
Meninggalkanku,
Aku dan malamku,
Menyatu dalam damai_

*m.a@_



TENTANG MU

~ Kejujuran itu tlah membawamu di kehidupan yang baru...senyum merekah pun menggembang lewat bibirmu..terlihat tk ada lagi beban..

Rahasia masalalu yang membelenggumu kini tlah lepas,,kejujuran yg kau sangka bgt terasa pahit....ternyata,,tak seperti yang kau duga..

Kejujuran tlah membuat hatimu damai...membuat hidupmu bgt berarti,, membangun semangatmu,utk mulai menata hidup,,yg lebih baik... Biarkan masalalu itu tetap ada...namun jangan biarkan masalalu menghantui langkah kita...~




PESAN UNTUK MU

~ Tiada guna ku marah...tentang kisahmu..
Tentang cerita kelammu...tentang masalalu yg kau bungkus bgt rapi,,namun akhirnya waktu tlah membukanya..

Ku coba belajar bijak memahami mu,,karna
tak semua org mampu dan mau menjadi seperti dirimu..

Ku titip pesan kehidupan... padamu
Bila waktu masih milikmu,bila kesempatan masih berpihak padamu,, bangunlah kau dari mimpi kelammu,,dari kabut yg menyelimuti harimu...tatalah langkahmu, sebelum kaki kau ayun...agar kau tak terperosok ke dalam lubang yg sama... 
Kemarin kau boleh terpuruk,,namun tdk utk hari ini,esok,lusa hingga putaran waktu itu berhenti
yakinkanlah hatimu,,dan tunjukan pada dunia kau mampu bangkit dari kumbangan hitam..~


TAMAN SURGA Sang BIDADARI KECCI_

Engkau adalah dian,
Di gelapnya kasih mereka,
Engkau adalah penyejuk,
Di kegersangan jiwa mereka_

Di balik kelembutanmu,
Engkau mengajari mereka,
Tentang kasih sayang,
Di balik ceritamu,
Engkau ajari mereka,
Tentang kehidupan_

Separuh kehidupanmu,
Engkau berikan kepada mereka,
Tentang cintamu,,,
Tentang Kasihmu,,,
Tentang Sayangmu,,,

Keceriaan harimu,
Kedamaian Jiwamu,
Kebahagiaan hatimu,
Adalah Taman Surga
Untuk mereka_

*z.n_@— di Taman Bidadari.


TENTANG HADIRMU

Di saat mata ini terpejam,
Di mimpi kuberharap,
Saat membuka mata,
Engkau orang pertama,
Yang menjawab tanyaku_

Walau kini kutiti sebuah ilusi,
Namun hadirmu tak pernah,
Kunyatakan dalam sebuah imaji_

Kala damai waktu mempertemukan,
Ingin kuceritakan,
Tentang hadirmu_ 

Di matamu,,,
Mungkin sosokku adalah asing,
Namun di hatimu,
Seakan engkau lebih mengenalku,
Dari diriku sendiri_

@_*




KEJUJURAN MU

~ Senja.. Tlah menghantarkan ku pada lamunan...tentangmu..

Sejenak nalarku penuh tentangmu...
Tentang masalalu mu...tentang mimpimu...tentang cintamu...
Begitu berwarna..

Hingga... Dinginnya sangbayu mulai membelai ragaku...memberi isyarat,gelapkan datang.. Dan ku harus beranjak dari tepi pantai ini...
Ku ayun langkahku...pelan namun pasti...menuju gubuq ku...

Masih jelas kejujuranmu di telinga ini...masih jelas lisan itu bertu2r tentang 
prahara kehidupan...

Ternyata....berlaku jujur tdk lah mudah,,,dan ku menghargai semua itu...keberanian diri utk berbagi.. Keberanian diri membuka tirai kehidupan..

Tak terbesit kebencian dn keraguan di hati.. Tetangmu...
Dan..
Bila memang langkahku harus seirama dg langkahmu... Tak kan ku pungkiri.. itu ~



BIDADARI NIRVANA

Engkau hadir dalam jelmaan_
Kesederhanaan Bidadari Nirvana.

Engkau prasastikan kasihmu_
Dalam bias cinta & sayangmu.

Sungguh Engkau Gadis,,,
Pemilik hati seindah Surga_ 

— di Taman Bidadari_@.





LIRIK ANAK RANTAU_

Terkadang lelah rinduku menyengat di rasaku,
Indah hariku menggugah resah,
Waktu seolah mengolok kegamanganku_

Berharap lentera hati terangi mimpiku,
Di keremangan jejak,
Yang kutiti dalam ilusi_

Kuayun indah langkahku,
Biaskan rindu dalam jejakku
Menjumpaimu di sudut jalan impian_

Telah kujalani separuh waktu,
Telah kutulis separuh ceritaku,
Telah kurasa separuh rinduku_

Mencoba hadirkan dirimu,
Dalam kasihmu yang tulus,
Di netra yang menantimu_

@_m.a.*













































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar